Sabtu, 22 September 2012

guru

PERAN GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Oleh M. Sobry Sutikno

Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. - M. Sobry Sutikno - Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.

Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.

Ø Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.

Ø Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.

Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.

Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:

1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.

Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

2. Hadiah

Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.

3. Saingan/kompetisi

Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

4. Pujian

Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.

5. Hukuman,

Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.

6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar,

Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.

7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik

8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok

9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan

10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran

http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/category/makalah-perencanaan-pembelajaran/

misteri Ilahi

sesuatu yang tak dapat di rencanakan dan tak di tebak kapan datangnya... tak dapat di minta dan juga tak dapat di tolak... suatu cerita, kmarin ada tetangga yang pergi menghadiri undangan pernikahan keponakannya, namun pada saat perjalanan pulang, tiba-tiba jatuh pingsan di jalan dan ditolong oleh oran yang lewat, diantarkan ke dokter terdekat, namun dokter berkata tidak sanggup menangani pasien ini, maka langsung dilarikan ke rumah sakit, apalah daya Tuhan berkehendak lain, sebelum sampai di rumah sakit beliau sudah menghadap ke hadirat Allah SWT dengan tenang... kemudian ambulance pun menghantarkan ke rumah duka, dan disambut oleh jerit dan tangis anak cucu, karena berangkat tak ada keluhan sakit apa, pulang nya bukan ke rumah namun pulang ke rumah keabadian... ya Allah... Engkau perlihatkan kepada hamba, akan kebesaranMU... Engkau perlihatkan kepada hamba, akan singkatnya hidup... Engkau peringatkan hamba akan bekal yang hamba punya masih teramat sedikit... Engkau peringatkan hamba akan hidup ini akan kembali kepada MU... Ya Allah...Ya Rabb... Ijinkan hamba meminta kepadaMU... tuntunlah hamba untuk selalu dalam ridhoMU... karena Hanya Engkaulah tujuan hidup Hamba...amien

Kamis, 19 Juli 2012

Cinta Seorang Ibu Untuk Anaknya

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6373583
“Dulu, ketika aku menikah, tidak pernah berpikir punya anak seperti apa, gimana jaganya, biayainya sekolah hingga lulus kuliah nanti… tapi kujalankan saja… Ketika melahirkan dirinya, hampir diriku menyerah, tapi demi melihatnya lahir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi anak yang berguna, aku terus berjuang, walaupun harus berkorban diri ini demi kehadiran dirinya di dunia ini… Dia telah lahir ke dunia ini, pertama kali melihatnya, ada perasaan bergejolak di diriku, aku terharu dan bangga sekali bisa membawanya ke dunia ini, aku berjanji, apapun yang terjadi, gimanapun susahnya hidup ini, anak ini harus kubesarkan dengan kedua tanganku… Tidak mudah untuk membesarkan dirinya, dia bandel sekali ketika kecil, suka bermain lupa waktu, berteman dengan anak-anak nakal, tidak mau makan, susah disuruh mandi, susah dibujuk tidur waktu malam hari, kadang dia marah dan bentak padaku, kadang dia mengejekku, kadang juga dia menghinaku… Ketika besar, dia merasa diriku terlalu membatasi dirinya, ini tidak boleh, itu tidak boleh, dia juga merasa aku terlalu kolot, ketinggalan jaman, tidak mengerti apa maunya, tidak setuju terhadap setiap kelakuannya… Kadang sakit hati sekali diriku ini, tapi ingat ketika pertama kali menggendongnya, ketika melahirkannya, semua sakit ini hilang seketika… dia adalah anakku, anak kesayanganku… Aku telah berjanji akan membesar dirinya, apapun yang terjadi, rintangan apapun yang kuhadapi, karena dia anakku… Harapanku besar kelak dia bisa menjadi anak yang berguna… Aku cinta padamu, anakku… kau lah, yang memberikan kekuatan pada diriku, membuatku mau bekerja keras pagi-siang-sore-malam, tidak takut akan sakit, derita.. Karena kehadiran dirimu lah membuat diriku ada artinya, bisa membesarkan dirimu dan mendengarkanmu memanggilku IBU, sungguh senang rasanya hati ini… Aku tidak berharap banyak, hanya suatu saat, ketika dirimu sudah besar, kamu dapat menjadi anak yang baik, bisa hidup yang enak. Ibu mungkin sudah tua, tidak bisa hidup lama lagi, badanku ini sekarat, kerutan muka sudah banyak, perjalananku tidak lama lagi. jika kamu bekerja keras, tidak perlu sampai memberikan rumah yang bagus, uang yang banyak, semuanya itu untuk dirimu saja. Ibu hanya berharap kamu mau menyisihkan sedikit waktumu untuk menemani masa-masa tua ibu, bisa disamping ibu dan ngobrol dengan ibu, itu sudah lebih dari cukup… Ibu Bangga denganmu, nak, mungkin tidak pernah terucap lewat kata, tapi ini ibu rasakan dari lubuk hati yang dalam… Maafkan jika selama ini ibu pernah marah denganmu, memukulimu, melarangmu ini itu, semua ini demi kebaikanmu, nak… Ibu Cinta padamu… dari dulu, sekarang, dan selamanya…”

Minggu, 22 April 2012

21 april tanggal 21 april ditetapkan sebagai hari kartini di Indonesia hari yang cerah sabtu 21 april 2012, tak biasanya saya berangkat sepagi ini, seolah tersihir oleh semangatnya kartini menggugah semangat kaum hawa untuk selalu bangkit dan memberi warna bagi kancah perkembangan dunia terutama di Indonesia... air pagi ini terasa menyejukkann dan menyegarkan tubuh ini walau sebenarnya penat msih melekat karena istirahat yang sangat kurang, namun tak terasa. perjalanan saya dari rumah dilepas senyumnya istri dan anakku dengan lambaian tangan yang penuh ikhlas dan doa semoga saya selamat sampai tujuan dan pulang juga selamat. selama perjalanan, saya menikmati pemandangan yang indah berpadu dengan sibuknya manusia di pagi hari, sambil memperhatikan tiap orang dan keadaan sekitar, ada kegelisahan yang menggelitik hati untuk bertanya pada diri sendiri, o ...iya hari ini adalah oleh orang di Indonesia diperingati dengan hari kartini, anak-anak sekolah dari tingkat TK, SD, SLTP, SLTA sampai dengan orang-orang dinas kantoran, banyak yang mengenakan baju kebaya dengan mike up yang aduhai...hati ini bertanya: apakah dulu seorang kartini itu memakai baju kebaya khas jawa dengan mike up yang tebal?.... Hari Kartini diperingati dengan kaum perempuan mengenakan busana tradisional; kebaya, kain, bersanggul, berselendang batik. Namun sejatinya, perlu ada perubahan mindset tentang peringatan Hari Kartini. Hal yang lebih substantif yang perlu kita lakukan adalah mengaktualisasikan jiwa perjuangan Kartini untuk menghadapi era globalisasi agar kemajuan, kemakmuran, dan kecerdasan bangsa tercipta di Nusantara ini. Dan tentu saja, perubahan positif tersebut harus berlandaskan jiwa dan pemikiran penuh semangat perjuangan yang tidak terkontaminasi dengan budaya-budaya asing. Ironis. Sebuah kondisi nilai sosial masyarakat dan budaya Indonesia, dewasa ini telah menjadi angin lalu yang kian terabaikan. Sementara, budaya luar telah menjamur masuk dalam kehidupan generasi masa kini, khususnya masyarakat Indonesia. Generasi muda Tanah Air kian terlena dengan aneka sajian informasi yang serba mudah nan instan ini serta melupakan blueprint yang sebenarnya, sebuah jati diri bangsa yang sedikit demi sedikit mulai luntur. Kegalauan yang menyelimuti kaum muda Indonesia membuat mereka menelan mentah-mentah budaya bangsa lain dan mengadopsinya seakan itu adalah budaya sendiri. kartini... bukan hanya milik orang jawa, tp kau adalah milik Indonesia....

Minggu, 04 Maret 2012

5-3-12




hari ni, klo diterjemahkan akan banyak yang mempunyai penafsiran...
namun hari menurut saya ada kejadian yang sangat membuat geli dan tertawa...

yach...5-3-12 (lima-tiga-satu-dua)

da seorang anak kecil (baru kelas 1 SD) datang kepadaku...
ad; adek kecil
ts; saya

ad: om..om..beli minum 3 yach...kemudian menyodorkan uang 3000..
ts: dek kok beli 3?...
ad: iya..belika pacarku...hihi (sambil nyengir kepadaku)
ts: lah saya gag dibelikan juga?...
ad: gag om, ...hehe...
ts: saya melihat keluar ada 2 anak perempuan seumuran gitu duduk didepan rumah anak tadi...

kemudian mereka minum yang baru dibeli tadi ...
anak sekecil itu sudah mengenal pacar, itu cewek milikku, padahal pipis aja masih dipegangi ibunya, makan aja masih disuapi ibunya, tidur aja msh dikeloni ibunya...

ya Allah...
dalam hati saya tertawa dan sambil bertanya...sudah sedemikian kah kondisi dunia saat ini?...gimana dengan anak2 ku nanti?...akankah sudah terpengaruh oleh budaya yang semakin tidak karuan ini?...

5-3-12
5 ; mama...dia manggil ibunya...
3 ; beli 3 minumannya, ibunya nanya: kok 3? dijawab anaknya : iya
12; satu diantara 2 itu adalah pacar saya ma...

gubrakkk....anak sekecil berkelahi dengan waktu...kata iwan fals....
hahaha....entahlah....

Selasa, 29 November 2011

lirik manuk dadali

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
Kukuna ranggoas reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Tandang jeung pertentang taya bandingannana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

Refrain :
Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia Jaya
Manuk dadali pangkakoncarana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia

Senin, 28 November 2011

naskah lomba pidato anakQ

Berbakti kepada Kedua Orangtua
assalamu'alaikum wr. wb.










Yang terhormat bpk kepala Madrasah Al Irsyad…
Kepada Bapak dan ibu guru yang saya hormati,
dan saya nantikan pitutur yang penuh man’faat dan ilmu …
teman – temanku yang saya sayangi dan saya cintai,…

Pertama-tama, puja dan puji syukur marilah kita panjatkan kepada illahirobi, yang senantiasa memberikan nikmat kepada kita semua, nikmat iman dan islam. setengah dari nikmat tersebut ialah nikmat sehat wal’afiat . Sehingga kita bersama dapat berkumpul bermuajaha dalam acara yang berbahagia ini.

Kedua kalinya, Tak lupa solawat serta salam marilah kita sanjungkan kepada akhiruzzaman Nabiyullah baginda rasul Muhammad saw.

Hadirin walhadirot yang dimuliakan Allah,

Setiap manusia sudah pasti memiliki orang tua.
Tidak satupun manusia yang lahir tanpa orang tua.
Kita pun menyadari bahwa orang tua kita berkuah keringat, siang dan malam banting tulang, memeras pikiran, sekuat tenaga memperjuangkan agar anaknya bisa hidup seperti layaknya anak-anak yang lain.

Betul tidak ….

Maka dalam kesempatan yang berbahagia ini perkenankan saya untuk menyampaikan sedikit tentang “Berbakti kepada kedua orang tua”

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Sebagai seorang Muslim kita wajib berbakti kepada kedua orang tua sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 36:


وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Yang artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orangtua

Ayat tadi memerintahkan kepada kita agar senantiasa menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dan berbuat baik kepada kedua orangtua kita.
Cobalah kita hitung jasa kedua orangtua kita, tentu tidak akan mampu menghitungnya, karena jasa mereka sangat besar tiada terkira.

Saat hamil, ibu selalu dalam kepayahan karena mengandung kita,
badan jadi melar..
tidur miring gag enak…
tidur terlentang gag nyenyak…
apalagi tidur tengkurep…waaahhh….gag bisa dibayangkan!...hehehe…

sementara bapak kita bekerja siang dan malam untuk kelahiran kita.
Begitu pula saat lahir, mereka pun mencurahkan segala perhatian dan kasih sayang kepada kita.
Bahkan sampai sekarang kasih sayangnya tiada terkira.
Subhanallah, betapa mulia jasa kedua orangtua kita!

Sampai suatu hari, ada seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi SAW, “Siapakah yang patut memperoleh penghormatan terbaik dariku, wahai Nabi?”

“Ibumu,” jawab Nabi singkat.
”Lalu siapa lagi?” sahabat kembali bertanya.
“Ibumu,” Nabi tetap memberi jawaban yang sama.
“Lalu siapa?” sahabat itu terus bertanya.
“Ibumu,” lagi-lagi Nabi memberi jawaban yang sama hingga tiga kali.
“Lalu siapa, wahai Nabi?”
“Ayahmu.”

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Alangkah lebih baik jika kita memahami arti Penting dan Kedudukan Berbakti Pada Orang Tua. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal sholih yang mulia bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua. Alloh Ta’ala berfirman:

“Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (An Nisa: 36).

Di dalam ayat ini perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan dengan amal yang paling utama yaitu tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat utama di sisi Alloh ‘Azza wa Jalla.

Begitu besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at. Nabi mengutamakan bakti mereka atas jihad fi sabilillah,

Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Alloh?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970).

Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan di atas jihad fi sabililllah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula.

Rekan-rekan dan para hadirin yang saya banggakan.

Jika kita mengetik kata-kata, "baik kepada orang tua" di Google, enam dari sepuluh pertama hasil artikel Islam menekankan pentingnya patuh dan berbakti kepada orang tua.

Why is this so? Why is this so?
Islam is a religion that stresses the qualities of mercy, tolerance and respect.
God has ordained the good treatment of parents and warned us against treating them with disrespect.
There are several verses in the Quran where kindness to parents is even coupled with the most important aspect of Islam, worshipping God alone.
This indicates that being kind to parents, honouring and respecting them, is extremely important in the way of life that is Islam.

Artinya artikan sendiri-sendiri yach….hehehe..




Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Janganlah sekali-kali kita berbuat durhaka kepada orang tua. Ingatlah begitu dahsyatnya ancaman bagi siapapun yang durhaka kepada orang tua.Wahai saudaraku, Rosululloh menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Alloh.

Dalam hadits Abi Bakrah, beliau bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar ?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, duraka kepada kedua orang tua.” (HR. Al Bukhori)

Membuat menangis orang tua juga terhitung sebagaa perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati, oleh polah tingkah sang anak.

Ibnu ‘Umar menegaskan: “Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari, Adabul Mufrod hlm 31. Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shohihah karya Al Imam Al Albani, 2.898)

Alloh pun menegaskan dalam al Qur’an surat Al Isro’ bahwa perkataan “uh” atau “ah” terhadap orang tua saja dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula dijelaskan perintah untuk berbuat baik pada orang tua.

Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti pada orang tua.
Kita ingat kembali, betapa sering kita membuat marah dan menangisnya orang tua?
Betapa sering kita tidak melaksanakan perintahnya?

Memang tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Alloh, akan tetapi bagaimana sikap kita dalam menolak itupun harus dengan cara yang baik tidak serampangan.
Bersegeralah kita meminta maaf pada keduanya, ridho Alloh tergantung pada ridho kedua orangtua.

Karena itulah, barangsiapa yang durhaka kepada kedua orangtua, niscaya Allah akan menurunkan siksa dan neraka balasannya.

Panasnya, duuuuh…. Minta ampun! Pokoknya puanas banget, ratusan kali lipat panasnya dari api di bumi ini.

Nah, sebagai generasi shalih dan shalihah, marilah kita berbakti kepada kedua orangtua dan senantiasa berdoa untuk mereka:


اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَ لِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di kala aku masih kecil.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Demikian yang dapat saya sampaikan.
apabila terdapat kata – kata yang salah dan kurang pas yang terlepas dari ucapan saya,
mohon dimaklumi karena saya manusia tidak luput dari kesalahan,

dan apabila dalam kata – kata saya terdapat kata – kata yang benar dan bermanfaat itu adalah kata – kata yang berasal dari Allah SWT.

sekali lagi “kupat lepet bumbune santen, menawi kula lepat nyuwun agunge pangampunten.”

Billahit-taufiq wal hidayah..
wassalamu'alaikum wr. wb.